Evaluasi Perkuliahan

Sesuai SK Rektor nomor III/PRT/2004-02/42 yang diberlakukan sepenuhnya mulai Semester Ganjil 2004/2005, keberhasilan belajar mahasiswa di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan dievaluasi dalam empat tahap, yakni:

  1. evaluasi keberhasilan studi tiap semester;
  2. evaluasi keberhasilan studi tahap pertama;
  3. evaluasi keberhasilan studi tahap kedua;
  4. evaluasi keberhasilan studi tahap akhir.

Evaluasi keberhasilan studi tiap semester, yang terdiri atas evaluasi keberhasilan tiap matakuliah dan perhitungan Indeks Prestasi (IP).
Evaluasi keberhasilan belajar tiap mata kuliah dilaksanakan segera setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh kegiatan yang disyaratkan dalam suatu matakuliah. Hasil evaluasi ini adalah Angka Akhir (AA) yang ditentukan dari komponen-komponen nilai yang jenis dan bobotnya bergantung pada karakteristik matakuliah.
Selanjutnya AA dikonversi menjadi Nilai Akhir (NA), yang diberikan dalam bentuk huruf dengan arti sebagai berikut:
A = lulus, amat baik
B = lulus, baik
C = lulus, cukup
D = lulus, kurang
E = tidak lulus / harus mengulang
Penetapan bobot masing-masing komponen dalam AA dan cara penentuan NA dilakukan sesuai dengan Keputusan Rektor nomor III/PRT/2004-02/42.

Setelah diperoleh NA dari semua matakuliah, ditentukan Indeks Prestasi (IP) yang merupakan harga rata-rata NA semua matakuliah yang diambil pada semester tersebut, dengan memperhatikan beban SKS-nya. Rumus untuk menghitung IP adalah:


IP ini merupakan dasar pertimbangan bagi penentuan jumlah SKS maksimum yang boleh diambil pada semester berikutnya.

ip

Evaluasi keberhasilan studi tahap pertama dilakukan pada akhir dua tahun pertama terhitung sejak mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tahap I. IPK tahap I dihitung seperti ketentuan perhitungan IP, namun hanya diperhitungkan 30 sks matakuliah dengan nilai akhir terbaik. Mahasiswa dinyatakan lolos evaluasi ini, dan dengan demikian diperkenankan melanjutkan studi di FTI Unpar, jika telah lulus minimal 30 sks dan IPK tahap I * 2,00. Untuk mahasiswa angkatan 2006 dan sesudahnya, selain syarat di atas, terdapat syarat tambahan, yaitu harus telah memiliki Nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 500. Sertifikat TOEFL harus diperoleh dari Pusat Pendidikan Berkelanjutan (PPB) UNPAR atau ETS (Educational Testing Service).

Evaluasi keberhasilan studi tahap kedua dilakukan pada akhir empat tahun pertama terhitung sejak mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tahap II. IPK tahap II dihitung seperti ketentuan perhitungan IP, namun hanya diperhitungkan 75 sks matakuliah dengan nilai akhir terbaik. Mahasiswa dinyatakan lolos evaluasi ini, dan dengan demikian diperkenankan melanjutkan studi di Unpar, jika telah lulus minimal 75 sks dan IPK tahap II * 2,00.

Evaluasi keberhasilan studi tahap akhir dilakukan pada akhir masa studi di Universitas Katolik Parahyangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tahap akhir. Mahasiswa dinyatakan lulus dari program S1 di FTI-Unpar, jika syarat-syarat berikut terpenuhi:

  • Telah lulus sejumlah sks yang disyaratkan oleh kurikulum. Jumlah sks yang harus ditempuh untuk menyelesaikan studi di Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan adalah 146 sks untuk Program Studi Teknik Industri dan 144 sks untuk Program Studi Teknik Kimia (untuk angkatan 2001 dan sesudahnya).
  • Tidak memiliki nilai D pada matakuliah-matakuliah tertentu seperti diatur oleh SK Pjs Dekan (untuk angkatan 2001 dan sesudahnya).
  • IPK tahap akhir * 2,00;
  • Masa studi terpakai tidak lebih dari 14 semester.

Pada akhir masa studinya, mahasiswa dapat menghapuskan matakuliah pilihan dari transkrip akademik, sejauh syarat jumlah matakuliah pilihan dan sks lulus masih terpenuhi.

Jika seorang mahasiswa tidak lolos evaluasi keberhasilan studi tahap pertama, tahap kedua, atau tahap akhir, mahasiswa tersebut tidak diperkenankan melanjutkan studi pada program studi yang sama di Universitas Katolik Parahyangan.

Predikat kelulusan yang diberikan untuk program sarjana, yaitu:

IPK 2,00 – 2,75 = Memuaskan
IPK 2,76 – 3,50 = Sangat Memuaskan
IPK 3,51 – 4,00 = Dengan Pujian

Dengan memperhatikan batas masa studi minimum ditambah 1 tahun.

X